Sunday, July 22, 2012

Zapra Si Jagoan bagian 1

Perkenalan



Sudah Jalan 1 bulan kurang project yang saya kerjakan sekarang. Saya mulai kenal beberapa rekan engineer yang bekerja bareng-bareng. Ada engineer yang handle new site, performa, engineer 2G, engineer 3G, dan ada juga engineer yang belum dapet kerjaan ngikut nongkrong doang nyuri ‘bandwith’. Dari banyak engineer yang kerja barengan, ada salah satu engineer yang menarik. Si engineer yang menarik perhatian saya ini datang selalu diatas jam 11 siang, datang ke kantor udah bawa makan siang yang dia beli di warung ataupun bawa bekal dari rumah (masakan istrinya).


Kenapa engineer ini menarik perhatian sayah, karena dia mulstitasking. Bisa makan sambil koordinasi+config+update data+download software dalam satu waktu. 


Ketika EURO 2012 masuk 8 besar dia langsung punya ide untuk maen judi kocok, dia langsung ngumpulin 8 orang yang dipilihnya sendiri untuk bermain judi kocok. Tiap orang dipaksa bayar 100 ribu untuk ikutan. Negara mana yang menjadi pegangan ditentukan dengan kocokan yang dia kelola sendiri (hasil kocokan saya Jerman, tapi kalah di semi final :p )


Sebut saja nama engineer ini Zapra, Zapra bekerja di salah satu perusahaan Sub Kontraktor ‘Pemimpin 8’. Dari Judi kocok itulah saya mulai dekat dengannya dan banyak mengobrol, sebetulnya saya lebih banyak mendengarkan saja.


Orang Tua dan Saudara


Zapra lahir di Sukabumi Jawa Barat, sejak balita sudah ditinggalkan ayahnya. Jadi ga banyak cerita yang dia punya tentang ayahnya. “Bapak mah geus ninggalkeun keur sayah leutik”, kata Zapra (Bapak sudah meninggal sejak saya kecil). Untuk mencukupi kehidupannya Ibu Zapra berangkat ke Jakarta untuk bekerja. Zapra kecil ditinggalkan ibunya sejak balita. Zapra tinggal bersama neneknya di Sukabumi. Untuk ukuran balita memang ga banyak memori yang diingat, hingga Zapra sendiri lupa bagaimana wajah Ibunya ketika masuk Sekolah Dasar.


Entah berapa uang kiriman ibunya Zapra untuk sekolah dan biaya sehari-hari Zapra. Untuk anak semasa SD ga banyak juga yang dimau, maen sama makan seadanya sudah lebih dari cukup. Setelah Zapra kelas 4 SD ibunya kembali ke Sukabumi, lama Zapra ga ketemu sama Ibunya. Sampai-sampai Zapra manggil ibunya dengan panggilan nama. Karena saat mau manggil ‘Umi’ ada rasa janggal. Zapra akhirnya bisa memanggil Ibunya dengan panggilan ‘Umi’ setelah kelas 6 SD. 3 tahun bersama ibunya merupakan bagian kehidupan yang paling membahagiakan buat Zapra. Selama 3 tahun pula Zapra diperhatikan makannya, disiapkan makanan, disuapi, dan perhatian dari seorang Ibu.


Ketika akan masuk SMP, Ibunya kembali lagi ke Jakarta untuk mencari uang. Zapra dioper lagi tinggalnya bersama paman. Pamannya juga punya anak lelaki yang seumuran, di rumah pamannya berbeda dengan saat tinggal  bersama neneknya. Di rumah pamannya Zapra kurang disayangin. Saat anak pamannya makan ayam, Zapra disisakan sayapnya saja. Sayap ayam yang lebih banyak tulangnya dibanding dagingnya. Dan kebanyakan Zapra makan sama ‘Sangu Tutuh Uyah’ (Nasi ditambah garam) saja, atau paling spesial Nasi+kerupuk+kecap. Untuk memenuhi keinginannya untuk makan yang enak dan jajan, akhirnya Zapra berjualan Es Mambo dan Keripik saat di sekolah SMPnya, keripik dan Es yang dia jual diambil dari saudaranya yang lain. Seusai pulang sekolah, Zapra bekerja di sungai untuk mengumpulkan pasir. Dari hasil itulah Zapra mulai mendapatkan penghasilan sendiri untuk makan yang enak.


Karir Jagoan


Mungkin merasa ditinggalkan oleh Ibunya ke Jakarta membuat Zapra lebih merasa nothing to loose, merasa bahwa tidak ada lagi yang memperhatikannya. Masuk ke masa SMP Zapra menjadi anak yang ‘berani’. Hingga ketika SMP dikumpulkanlah anak-anak yang merasa jagoan dari tiap kelas 1A, 1B, 1C, dan 1D. Zapra menjadi perwakilan dari kelas 1D, semua perwakilan ditarungkan. Dari semua jagoan kelas Zapra memenangi semua tarung. Akhirnya dia dikenal di sekolahnya. Zapra menjadi perwakilan jagoan untuk begal (meminta paksa uang) di sekolah. Setiap siswa dipaksa untuk memberikan uang jajannya. Zapra juga menjadi perwakilan sekolah untuk tawuran dengan SMP-SMP lainnya. 


Ketika masa SMP Zapra, terkenal dengan motor Yamaha Force One. Motor bebek 2 tak yang menjadi idola untuk balapan resmi ataupun liar. Karena keberaniannya Zapra menjadi joki balap liar di daerah Sukabumi. Zapra memang tidak punya motor untuk balapan, namun dia jadi semacam rider bayaran untuk kompetisi balapan liar. Zapra dapat fee dari hasil judi para owner motor dan penonton yang ikut berjudi.


Tak puas dengan penghasilannya dari Joki motor, Zapra menjadi joki motor curian. Zapra  mengendarai motor curian dari perbatasan Jakarta kemudian dikendarai sampai penadah di Sukabumi. Lama-lama Zapra juga membawa narkoba dari Jakarta. 


Sekarang uang bukan masalah lagi buat Zapra, namun Zapra dikeluarkan dari sekolahnya. Tak ada yang mau nerima dia sekolah-sekolah di Sukabumi karena terkenal sama nakalnya. Akhirnya ada Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang mau nerima dia. 


Nyambung lagi entar……………..

No comments:

Post a Comment